BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL DAN DEFINISI OPERASIONAL
A. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan justifikasi terilmiah terhadap penelitian yang dilakukan yang memberi landasan kuat terhadap judul yang dipilih sesuai dengan identifikasi masalahnya. (haimul h ; 2007).
B. Definisi Operasional
Operasional adalah langkah-langkah dalam aktifitas ilmiah, mulai dari penetapan populasi, sampel, dan seterusnya, yaitu kegiatan sejak awal dilakanakannya penelitian.
Variable Definisi Operasional Alat ukur Skala Hasil ukur
Sikap Sikap adalah suatu tingkatan kecendrungan yang bersifat positif atau negative seseorangpada yang seharusnya dilakukan Kuisioner dengan skala Guttman Ordinal Positif atau negatif
BAB IV
METODELOGI PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian observasional deskriptif survey yaitu dengan cara deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu.
4.2 Definisi Operasional
Hipertensi adalah penderita yang mempunyai tekanan darah sistolik 160-179 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada usia lebih dari 31 tahun untuk laki-laki dan lebih dari 45 tahun untuk perempuan.
Tekanan darah pada hipertensi adalah tingginya tekanan darah pada penderita saat diukur yang berhubungan dengan pola makan penderita.
Pola makan adalah kebiasaan makan pada penderita hipertensi baik jenis, jumlah, frekwensi, isi, kesukaan dan jarak.
4.3 Sampling Desain
4.3.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generralisasi yang terdiri dari atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (sugiono, 2003;55).
Adapun populasi pada penelitian ini adalah terdapat 50 jiwa klien yang mengalami hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.3.2 Sampel
Sampel penelitian adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap memiliki seluruh populasi (noto admojo,1993;75)
4.3.2.1 Kriteria sampel
a. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk ditelti.
Pada penelitian ini yang masuk dalam pertimbangan kriteria inklusi yaitu :
1) klien yang mengalami penyakit hipertensi
2) klien yang dapat baca tulis
b. Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi adalah karakteristik sampel yang tidak dapat dimasukkan atau tidak layak untuk diteliti
Pada penelitian ini, yang termasuk kriteria eksklusi yaitu :
1) Klien yang tidak bisa baca tulis
2) Klien yang tidak bersedia untuk menjadi sampel.
4.3.2.2 Besarnya sampel
n = N
1+N(d)²
n = 50
1+50(0,05)²
n = 50
1+50(0,0025)²
n = 50
1+0,125
n = N
1,125
n= 44, 44
Besar sampel pada penelitian ini yaitu 44 jiwa.
4.3.3 Tekhnik Sampling
Tethnik sampling adalah tekhnik yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi (arikunto, 2002)
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi unruk dapat mewakili populasi.
Pada penelitian ini menggunakan penelitian non probabilitas dengan accidental sampling atau dipilih hanya berdasarkan ketersediaanyan.
4.4 Tempat Penelitian
Pada penelitian ini tempat penelitian di adakan di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5 Penyusunan dan Analisa Data
4.5.1 Pengumpulan data
Data yang diperlukan dalam studi kasus ini adalah data subyektif berupa pola makan pada penderita hipertensi dengan kuisioner pada penderita tentang pola makan yang selama ini dilakukan, untuk mendapatkan keterangan secara tulisan dari responden (Noto Atmojo,2002), dengan menggunakan alat berupa daftar pertanyaan yang terdapat dalam lampiran. Selain melalui kuisioner peneliti melakukan observasi terhadap tekanan darah penderita dan mencatat makanan yang dikonsumsi penderita selama satu minggu yaitu sebelum, selama, sesudah pola makan diamati dan masing-masing klien diobservasi selama tiga hari. Adapun daftar observasi pada lampiran.
4.5.2 Pengolahan data
Pengolahan data pada penelitian ini dibagi menjadi 6 tahap yaitu :
4.5.2.1 Editing (memeriksa)
Editing adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data, pemeriksaan daftar pertanyaan yang telah selesai dilakukan terhadap
a. Kelengkapan jawaban
b. Keterbacaan tulisan
c. Relevasi jawaban
4.5.2.2 Koding (memberi tanda)
Koding adalah mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para responden kedalam kategori, biasanya diklasifikasikan dilakukan dengan cara memberi tanda atau kode berbentuk angka pada masing-masing jawaban Nilai tahu
Nilai tidak tahu
4.5.2.3 Sorting
Sorting adalah mensorting dengan memilih atau mengelompokan data menurut jenis yang dikehendaki / klasifikasi data.
4.5.2.4 Enteri data
Enteri data adalah jawaban-jawaban yang sudah diberi kode kategori kemudian dimasukkan dalam tabel dengan cara menghitung frekuensi data.
4.5.2.5 Cleaning
Cleaning adalah pembersihan data, lihat variable apakah data sudah benar/belum.
4.5.2.6 Mengeluarkan Informasi
Mengeluarkan informasi yaitu disesuaikan pada tujuan penelitian yang akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran sikap tentang penatalaksanaan terapi diet pada klien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5.3 Penyajian data
Data pada penelitian ini dapat disajiakan dalam bentuk yang mudah dibaca dan di pahami, tujuannya adalah memberikan informasi dan memudahkan interprestasi hasil analisa. Hasil pengumpulan data baik kuisioner dan observasi disajikan dalam bentuk naratif.
4.5.4 Analisa interprestasi data
Pengolahan data pada akhir studi kasus ini adalah dengan cara deskriptif yaitu peneliti ingin mengetahui pola makan yang dikonsumsi penderita selama ini dengan tekanan darah penderita.
4.6 Uji Validitas dan Relibialitas
4.6.1 Uji validitas
Pada uji validitas ini, peneliti menggunakan validitas internal, yaitu dengan validitas subjektif.
4.6.2 Uji Relibialitas
Pada uji reliabilitas ini, peneliti menggunakan reliabilitas secara internal diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan tekhnik tertentu.
4.7 Etika Penelitian
Penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek tidak tidak boleh bertentangan dengan etika, tujuannya peneliti harus etis dalam hak responden harus dilindungi pada penelitian ini maka peneliti mendapat pengantar dari Akademi Keperawatan Royhan kemudian menyerahkan kepada Puskesmas Cipayung untuk mendapat persetujuan.
4.7.1 Informed Consent (lembar persetujuan)
Lembar persetujuan diedarkan sebelum penelitian dilaksanakan agar responden mengetahui maksud-maksud persetujuan penelitian serta dampak yang akan terjadi selama dalam pengumpulan data, jika responden bersedia di teliti maka harus menandatangani lembar persetujuan tersebut, jika tidak peneliti harus menghormati hak-hak responden.
4.7.2 Anonemity (Tanpa nama)
Merupakan masalah etika dalam penelitian keperawatan dengan cara tidak memberikan nama responden pada lembar alat ukur hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data.
4.7.3 Confidientelly (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari subjektif dijamin kerahasiaannya, hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikan atau dikelompokkan pada hasil riset.
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yang ditemukan yaitu.
Subjek : Jumlah yang kurang
Peneliti : Baru pertama kalinya melakukan penelitian, kemampuan peneliti masih kurang, karena peneliti masih termasuk taraf permulaan, sehingga hasil yang di capai kurang. Instrumen dan lembar obserevasi dirancang oleh peneliti sendiri tanpa melaksanakan uji coba. Validitas tiap-tiap item pada lembar observasi belum di uji cobakan.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Saifuddin. 2003. Sikap Manusioa Dan Teori Pengukurannya. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.
Masjoer, A, 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : FKUI.
Moehyi, Sjahmien, 1998. Pengaturan Makanan dan Diet Untuk Penyembuhan
Penyakit, Jakarta : PT. Gramedia.
Notoatmojo, S. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Nugroho, Wahyudi. 2002. Perawatan Lanjut Usia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Purwati, Salimar, Rahayu. 2004. Perencanaan Menu Untuk Penderita Tekanan
Darah Tinggi. Jakarta : Penebar Swadaya.
Suyono, S. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi III Jakarta : Balai
Penerbit FKUI.
Vitahealth. 2004. Hipertensi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Sabtu, 29 Januari 2011
LAPORAN PENDAHULUAN HEPATITIS
BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL DAN DEFINISI OPERASIONAL
A. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan justifikasi terilmiah terhadap penelitian yang dilakukan yang memberi landasan kuat terhadap judul yang dipilih sesuai dengan identifikasi masalahnya. (haimul h ; 2007).
B. Definisi Operasional
Operasional adalah langkah-langkah dalam aktifitas ilmiah, mulai dari penetapan populasi, sampel, dan seterusnya, yaitu kegiatan sejak awal dilakanakannya penelitian.
Variable Definisi Operasional Alat ukur Skala Hasil ukur
Sikap Sikap adalah suatu tingkatan kecendrungan yang bersifat positif atau negative seseorangpada yang seharusnya dilakukan Kuisioner dengan skala Guttman Ordinal Positif atau negatif
BAB IV
METODELOGI PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian observasional deskriptif survey yaitu dengan cara deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu.
4.2 Definisi Operasional
Hipertensi adalah penderita yang mempunyai tekanan darah sistolik 160-179 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada usia lebih dari 31 tahun untuk laki-laki dan lebih dari 45 tahun untuk perempuan.
Tekanan darah pada hipertensi adalah tingginya tekanan darah pada penderita saat diukur yang berhubungan dengan pola makan penderita.
Pola makan adalah kebiasaan makan pada penderita hipertensi baik jenis, jumlah, frekwensi, isi, kesukaan dan jarak.
4.3 Sampling Desain
4.3.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generralisasi yang terdiri dari atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (sugiono, 2003;55).
Adapun populasi pada penelitian ini adalah terdapat 50 jiwa klien yang mengalami hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.3.2 Sampel
Sampel penelitian adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap memiliki seluruh populasi (noto admojo,1993;75)
4.3.2.1 Kriteria sampel
a. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk ditelti.
Pada penelitian ini yang masuk dalam pertimbangan kriteria inklusi yaitu :
1) klien yang mengalami penyakit hipertensi
2) klien yang dapat baca tulis
b. Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi adalah karakteristik sampel yang tidak dapat dimasukkan atau tidak layak untuk diteliti
Pada penelitian ini, yang termasuk kriteria eksklusi yaitu :
1) Klien yang tidak bisa baca tulis
2) Klien yang tidak bersedia untuk menjadi sampel.
4.3.2.2 Besarnya sampel
n = N
1+N(d)²
n = 50
1+50(0,05)²
n = 50
1+50(0,0025)²
n = 50
1+0,125
n = N
1,125
n= 44, 44
Besar sampel pada penelitian ini yaitu 44 jiwa.
4.3.3 Tekhnik Sampling
Tethnik sampling adalah tekhnik yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi (arikunto, 2002)
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi unruk dapat mewakili populasi.
Pada penelitian ini menggunakan penelitian non probabilitas dengan accidental sampling atau dipilih hanya berdasarkan ketersediaanyan.
4.4 Tempat Penelitian
Pada penelitian ini tempat penelitian di adakan di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5 Penyusunan dan Analisa Data
4.5.1 Pengumpulan data
Data yang diperlukan dalam studi kasus ini adalah data subyektif berupa pola makan pada penderita hipertensi dengan kuisioner pada penderita tentang pola makan yang selama ini dilakukan, untuk mendapatkan keterangan secara tulisan dari responden (Noto Atmojo,2002), dengan menggunakan alat berupa daftar pertanyaan yang terdapat dalam lampiran. Selain melalui kuisioner peneliti melakukan observasi terhadap tekanan darah penderita dan mencatat makanan yang dikonsumsi penderita selama satu minggu yaitu sebelum, selama, sesudah pola makan diamati dan masing-masing klien diobservasi selama tiga hari. Adapun daftar observasi pada lampiran.
4.5.2 Pengolahan data
Pengolahan data pada penelitian ini dibagi menjadi 6 tahap yaitu :
4.5.2.1 Editing (memeriksa)
Editing adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data, pemeriksaan daftar pertanyaan yang telah selesai dilakukan terhadap
a. Kelengkapan jawaban
b. Keterbacaan tulisan
c. Relevasi jawaban
4.5.2.2 Koding (memberi tanda)
Koding adalah mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para responden kedalam kategori, biasanya diklasifikasikan dilakukan dengan cara memberi tanda atau kode berbentuk angka pada masing-masing jawaban Nilai tahu
Nilai tidak tahu
4.5.2.3 Sorting
Sorting adalah mensorting dengan memilih atau mengelompokan data menurut jenis yang dikehendaki / klasifikasi data.
4.5.2.4 Enteri data
Enteri data adalah jawaban-jawaban yang sudah diberi kode kategori kemudian dimasukkan dalam tabel dengan cara menghitung frekuensi data.
4.5.2.5 Cleaning
Cleaning adalah pembersihan data, lihat variable apakah data sudah benar/belum.
4.5.2.6 Mengeluarkan Informasi
Mengeluarkan informasi yaitu disesuaikan pada tujuan penelitian yang akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran sikap tentang penatalaksanaan terapi diet pada klien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5.3 Penyajian data
Data pada penelitian ini dapat disajiakan dalam bentuk yang mudah dibaca dan di pahami, tujuannya adalah memberikan informasi dan memudahkan interprestasi hasil analisa. Hasil pengumpulan data baik kuisioner dan observasi disajikan dalam bentuk naratif.
4.5.4 Analisa interprestasi data
Pengolahan data pada akhir studi kasus ini adalah dengan cara deskriptif yaitu peneliti ingin mengetahui pola makan yang dikonsumsi penderita selama ini dengan tekanan darah penderita.
4.6 Uji Validitas dan Relibialitas
4.6.1 Uji validitas
Pada uji validitas ini, peneliti menggunakan validitas internal, yaitu dengan validitas subjektif.
4.6.2 Uji Relibialitas
Pada uji reliabilitas ini, peneliti menggunakan reliabilitas secara internal diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan tekhnik tertentu.
4.7 Etika Penelitian
Penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek tidak tidak boleh bertentangan dengan etika, tujuannya peneliti harus etis dalam hak responden harus dilindungi pada penelitian ini maka peneliti mendapat pengantar dari Akademi Keperawatan Royhan kemudian menyerahkan kepada Puskesmas Cipayung untuk mendapat persetujuan.
4.7.1 Informed Consent (lembar persetujuan)
Lembar persetujuan diedarkan sebelum penelitian dilaksanakan agar responden mengetahui maksud-maksud persetujuan penelitian serta dampak yang akan terjadi selama dalam pengumpulan data, jika responden bersedia di teliti maka harus menandatangani lembar persetujuan tersebut, jika tidak peneliti harus menghormati hak-hak responden.
4.7.2 Anonemity (Tanpa nama)
Merupakan masalah etika dalam penelitian keperawatan dengan cara tidak memberikan nama responden pada lembar alat ukur hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data.
4.7.3 Confidientelly (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari subjektif dijamin kerahasiaannya, hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikan atau dikelompokkan pada hasil riset.
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yang ditemukan yaitu.
Subjek : Jumlah yang kurang
Peneliti : Baru pertama kalinya melakukan penelitian, kemampuan peneliti masih kurang, karena peneliti masih termasuk taraf permulaan, sehingga hasil yang di capai kurang. Instrumen dan lembar obserevasi dirancang oleh peneliti sendiri tanpa melaksanakan uji coba. Validitas tiap-tiap item pada lembar observasi belum di uji cobakan.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Saifuddin. 2003. Sikap Manusioa Dan Teori Pengukurannya. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.
Masjoer, A, 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : FKUI.
Moehyi, Sjahmien, 1998. Pengaturan Makanan dan Diet Untuk Penyembuhan
Penyakit, Jakarta : PT. Gramedia.
Notoatmojo, S. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Nugroho, Wahyudi. 2002. Perawatan Lanjut Usia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Purwati, Salimar, Rahayu. 2004. Perencanaan Menu Untuk Penderita Tekanan
Darah Tinggi. Jakarta : Penebar Swadaya.
Suyono, S. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi III Jakarta : Balai
Penerbit FKUI.
Vitahealth. 2004. Hipertensi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
KERANGKA KONSEPTUAL DAN DEFINISI OPERASIONAL
A. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan justifikasi terilmiah terhadap penelitian yang dilakukan yang memberi landasan kuat terhadap judul yang dipilih sesuai dengan identifikasi masalahnya. (haimul h ; 2007).
B. Definisi Operasional
Operasional adalah langkah-langkah dalam aktifitas ilmiah, mulai dari penetapan populasi, sampel, dan seterusnya, yaitu kegiatan sejak awal dilakanakannya penelitian.
Variable Definisi Operasional Alat ukur Skala Hasil ukur
Sikap Sikap adalah suatu tingkatan kecendrungan yang bersifat positif atau negative seseorangpada yang seharusnya dilakukan Kuisioner dengan skala Guttman Ordinal Positif atau negatif
BAB IV
METODELOGI PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian observasional deskriptif survey yaitu dengan cara deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu.
4.2 Definisi Operasional
Hipertensi adalah penderita yang mempunyai tekanan darah sistolik 160-179 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada usia lebih dari 31 tahun untuk laki-laki dan lebih dari 45 tahun untuk perempuan.
Tekanan darah pada hipertensi adalah tingginya tekanan darah pada penderita saat diukur yang berhubungan dengan pola makan penderita.
Pola makan adalah kebiasaan makan pada penderita hipertensi baik jenis, jumlah, frekwensi, isi, kesukaan dan jarak.
4.3 Sampling Desain
4.3.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generralisasi yang terdiri dari atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (sugiono, 2003;55).
Adapun populasi pada penelitian ini adalah terdapat 50 jiwa klien yang mengalami hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.3.2 Sampel
Sampel penelitian adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap memiliki seluruh populasi (noto admojo,1993;75)
4.3.2.1 Kriteria sampel
a. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk ditelti.
Pada penelitian ini yang masuk dalam pertimbangan kriteria inklusi yaitu :
1) klien yang mengalami penyakit hipertensi
2) klien yang dapat baca tulis
b. Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi adalah karakteristik sampel yang tidak dapat dimasukkan atau tidak layak untuk diteliti
Pada penelitian ini, yang termasuk kriteria eksklusi yaitu :
1) Klien yang tidak bisa baca tulis
2) Klien yang tidak bersedia untuk menjadi sampel.
4.3.2.2 Besarnya sampel
n = N
1+N(d)²
n = 50
1+50(0,05)²
n = 50
1+50(0,0025)²
n = 50
1+0,125
n = N
1,125
n= 44, 44
Besar sampel pada penelitian ini yaitu 44 jiwa.
4.3.3 Tekhnik Sampling
Tethnik sampling adalah tekhnik yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi (arikunto, 2002)
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi unruk dapat mewakili populasi.
Pada penelitian ini menggunakan penelitian non probabilitas dengan accidental sampling atau dipilih hanya berdasarkan ketersediaanyan.
4.4 Tempat Penelitian
Pada penelitian ini tempat penelitian di adakan di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5 Penyusunan dan Analisa Data
4.5.1 Pengumpulan data
Data yang diperlukan dalam studi kasus ini adalah data subyektif berupa pola makan pada penderita hipertensi dengan kuisioner pada penderita tentang pola makan yang selama ini dilakukan, untuk mendapatkan keterangan secara tulisan dari responden (Noto Atmojo,2002), dengan menggunakan alat berupa daftar pertanyaan yang terdapat dalam lampiran. Selain melalui kuisioner peneliti melakukan observasi terhadap tekanan darah penderita dan mencatat makanan yang dikonsumsi penderita selama satu minggu yaitu sebelum, selama, sesudah pola makan diamati dan masing-masing klien diobservasi selama tiga hari. Adapun daftar observasi pada lampiran.
4.5.2 Pengolahan data
Pengolahan data pada penelitian ini dibagi menjadi 6 tahap yaitu :
4.5.2.1 Editing (memeriksa)
Editing adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data, pemeriksaan daftar pertanyaan yang telah selesai dilakukan terhadap
a. Kelengkapan jawaban
b. Keterbacaan tulisan
c. Relevasi jawaban
4.5.2.2 Koding (memberi tanda)
Koding adalah mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para responden kedalam kategori, biasanya diklasifikasikan dilakukan dengan cara memberi tanda atau kode berbentuk angka pada masing-masing jawaban Nilai tahu
Nilai tidak tahu
4.5.2.3 Sorting
Sorting adalah mensorting dengan memilih atau mengelompokan data menurut jenis yang dikehendaki / klasifikasi data.
4.5.2.4 Enteri data
Enteri data adalah jawaban-jawaban yang sudah diberi kode kategori kemudian dimasukkan dalam tabel dengan cara menghitung frekuensi data.
4.5.2.5 Cleaning
Cleaning adalah pembersihan data, lihat variable apakah data sudah benar/belum.
4.5.2.6 Mengeluarkan Informasi
Mengeluarkan informasi yaitu disesuaikan pada tujuan penelitian yang akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran sikap tentang penatalaksanaan terapi diet pada klien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5.3 Penyajian data
Data pada penelitian ini dapat disajiakan dalam bentuk yang mudah dibaca dan di pahami, tujuannya adalah memberikan informasi dan memudahkan interprestasi hasil analisa. Hasil pengumpulan data baik kuisioner dan observasi disajikan dalam bentuk naratif.
4.5.4 Analisa interprestasi data
Pengolahan data pada akhir studi kasus ini adalah dengan cara deskriptif yaitu peneliti ingin mengetahui pola makan yang dikonsumsi penderita selama ini dengan tekanan darah penderita.
4.6 Uji Validitas dan Relibialitas
4.6.1 Uji validitas
Pada uji validitas ini, peneliti menggunakan validitas internal, yaitu dengan validitas subjektif.
4.6.2 Uji Relibialitas
Pada uji reliabilitas ini, peneliti menggunakan reliabilitas secara internal diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan tekhnik tertentu.
4.7 Etika Penelitian
Penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek tidak tidak boleh bertentangan dengan etika, tujuannya peneliti harus etis dalam hak responden harus dilindungi pada penelitian ini maka peneliti mendapat pengantar dari Akademi Keperawatan Royhan kemudian menyerahkan kepada Puskesmas Cipayung untuk mendapat persetujuan.
4.7.1 Informed Consent (lembar persetujuan)
Lembar persetujuan diedarkan sebelum penelitian dilaksanakan agar responden mengetahui maksud-maksud persetujuan penelitian serta dampak yang akan terjadi selama dalam pengumpulan data, jika responden bersedia di teliti maka harus menandatangani lembar persetujuan tersebut, jika tidak peneliti harus menghormati hak-hak responden.
4.7.2 Anonemity (Tanpa nama)
Merupakan masalah etika dalam penelitian keperawatan dengan cara tidak memberikan nama responden pada lembar alat ukur hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data.
4.7.3 Confidientelly (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari subjektif dijamin kerahasiaannya, hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikan atau dikelompokkan pada hasil riset.
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yang ditemukan yaitu.
Subjek : Jumlah yang kurang
Peneliti : Baru pertama kalinya melakukan penelitian, kemampuan peneliti masih kurang, karena peneliti masih termasuk taraf permulaan, sehingga hasil yang di capai kurang. Instrumen dan lembar obserevasi dirancang oleh peneliti sendiri tanpa melaksanakan uji coba. Validitas tiap-tiap item pada lembar observasi belum di uji cobakan.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Saifuddin. 2003. Sikap Manusioa Dan Teori Pengukurannya. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.
Masjoer, A, 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : FKUI.
Moehyi, Sjahmien, 1998. Pengaturan Makanan dan Diet Untuk Penyembuhan
Penyakit, Jakarta : PT. Gramedia.
Notoatmojo, S. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Nugroho, Wahyudi. 2002. Perawatan Lanjut Usia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Purwati, Salimar, Rahayu. 2004. Perencanaan Menu Untuk Penderita Tekanan
Darah Tinggi. Jakarta : Penebar Swadaya.
Suyono, S. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi III Jakarta : Balai
Penerbit FKUI.
Vitahealth. 2004. Hipertensi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
PENELITIAN DAMUZ BAB III
BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL DAN DEFINISI OPERASIONAL
A. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan justifikasi terilmiah terhadap penelitian yang dilakukan yang memberi landasan kuat terhadap judul yang dipilih sesuai dengan identifikasi masalahnya. (haimul h ; 2007).
B. Definisi Operasional
Operasional adalah langkah-langkah dalam aktifitas ilmiah, mulai dari penetapan populasi, sampel, dan seterusnya, yaitu kegiatan sejak awal dilakanakannya penelitian.
Variable Definisi Operasional Alat ukur Skala Hasil ukur
Sikap Sikap adalah suatu tingkatan kecendrungan yang bersifat positif atau negative seseorangpada yang seharusnya dilakukan Kuisioner dengan skala Guttman Ordinal Positif atau negatif
BAB IV
METODELOGI PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian observasional deskriptif survey yaitu dengan cara deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu.
4.2 Definisi Operasional
Hipertensi adalah penderita yang mempunyai tekanan darah sistolik 160-179 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada usia lebih dari 31 tahun untuk laki-laki dan lebih dari 45 tahun untuk perempuan.
Tekanan darah pada hipertensi adalah tingginya tekanan darah pada penderita saat diukur yang berhubungan dengan pola makan penderita.
Pola makan adalah kebiasaan makan pada penderita hipertensi baik jenis, jumlah, frekwensi, isi, kesukaan dan jarak.
4.3 Sampling Desain
4.3.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generralisasi yang terdiri dari atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (sugiono, 2003;55).
Adapun populasi pada penelitian ini adalah terdapat 50 jiwa klien yang mengalami hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.3.2 Sampel
Sampel penelitian adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap memiliki seluruh populasi (noto admojo,1993;75)
4.3.2.1 Kriteria sampel
a. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk ditelti.
Pada penelitian ini yang masuk dalam pertimbangan kriteria inklusi yaitu :
1) klien yang mengalami penyakit hipertensi
2) klien yang dapat baca tulis
b. Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi adalah karakteristik sampel yang tidak dapat dimasukkan atau tidak layak untuk diteliti
Pada penelitian ini, yang termasuk kriteria eksklusi yaitu :
1) Klien yang tidak bisa baca tulis
2) Klien yang tidak bersedia untuk menjadi sampel.
4.3.2.2 Besarnya sampel
n = N
1+N(d)²
n = 50
1+50(0,05)²
n = 50
1+50(0,0025)²
n = 50
1+0,125
n = N
1,125
n= 44, 44
Besar sampel pada penelitian ini yaitu 44 jiwa.
4.3.3 Tekhnik Sampling
Tethnik sampling adalah tekhnik yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi (arikunto, 2002)
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi unruk dapat mewakili populasi.
Pada penelitian ini menggunakan penelitian non probabilitas dengan accidental sampling atau dipilih hanya berdasarkan ketersediaanyan.
4.4 Tempat Penelitian
Pada penelitian ini tempat penelitian di adakan di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5 Penyusunan dan Analisa Data
4.5.1 Pengumpulan data
Data yang diperlukan dalam studi kasus ini adalah data subyektif berupa pola makan pada penderita hipertensi dengan kuisioner pada penderita tentang pola makan yang selama ini dilakukan, untuk mendapatkan keterangan secara tulisan dari responden (Noto Atmojo,2002), dengan menggunakan alat berupa daftar pertanyaan yang terdapat dalam lampiran. Selain melalui kuisioner peneliti melakukan observasi terhadap tekanan darah penderita dan mencatat makanan yang dikonsumsi penderita selama satu minggu yaitu sebelum, selama, sesudah pola makan diamati dan masing-masing klien diobservasi selama tiga hari. Adapun daftar observasi pada lampiran.
4.5.2 Pengolahan data
Pengolahan data pada penelitian ini dibagi menjadi 6 tahap yaitu :
4.5.2.1 Editing (memeriksa)
Editing adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data, pemeriksaan daftar pertanyaan yang telah selesai dilakukan terhadap
a. Kelengkapan jawaban
b. Keterbacaan tulisan
c. Relevasi jawaban
4.5.2.2 Koding (memberi tanda)
Koding adalah mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para responden kedalam kategori, biasanya diklasifikasikan dilakukan dengan cara memberi tanda atau kode berbentuk angka pada masing-masing jawaban Nilai tahu
Nilai tidak tahu
4.5.2.3 Sorting
Sorting adalah mensorting dengan memilih atau mengelompokan data menurut jenis yang dikehendaki / klasifikasi data.
4.5.2.4 Enteri data
Enteri data adalah jawaban-jawaban yang sudah diberi kode kategori kemudian dimasukkan dalam tabel dengan cara menghitung frekuensi data.
4.5.2.5 Cleaning
Cleaning adalah pembersihan data, lihat variable apakah data sudah benar/belum.
4.5.2.6 Mengeluarkan Informasi
Mengeluarkan informasi yaitu disesuaikan pada tujuan penelitian yang akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran sikap tentang penatalaksanaan terapi diet pada klien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5.3 Penyajian data
Data pada penelitian ini dapat disajiakan dalam bentuk yang mudah dibaca dan di pahami, tujuannya adalah memberikan informasi dan memudahkan interprestasi hasil analisa. Hasil pengumpulan data baik kuisioner dan observasi disajikan dalam bentuk naratif.
4.5.4 Analisa interprestasi data
Pengolahan data pada akhir studi kasus ini adalah dengan cara deskriptif yaitu peneliti ingin mengetahui pola makan yang dikonsumsi penderita selama ini dengan tekanan darah penderita.
4.6 Uji Validitas dan Relibialitas
4.6.1 Uji validitas
Pada uji validitas ini, peneliti menggunakan validitas internal, yaitu dengan validitas subjektif.
4.6.2 Uji Relibialitas
Pada uji reliabilitas ini, peneliti menggunakan reliabilitas secara internal diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan tekhnik tertentu.
4.7 Etika Penelitian
Penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek tidak tidak boleh bertentangan dengan etika, tujuannya peneliti harus etis dalam hak responden harus dilindungi pada penelitian ini maka peneliti mendapat pengantar dari Akademi Keperawatan Royhan kemudian menyerahkan kepada Puskesmas Cipayung untuk mendapat persetujuan.
4.7.1 Informed Consent (lembar persetujuan)
Lembar persetujuan diedarkan sebelum penelitian dilaksanakan agar responden mengetahui maksud-maksud persetujuan penelitian serta dampak yang akan terjadi selama dalam pengumpulan data, jika responden bersedia di teliti maka harus menandatangani lembar persetujuan tersebut, jika tidak peneliti harus menghormati hak-hak responden.
4.7.2 Anonemity (Tanpa nama)
Merupakan masalah etika dalam penelitian keperawatan dengan cara tidak memberikan nama responden pada lembar alat ukur hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data.
4.7.3 Confidientelly (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari subjektif dijamin kerahasiaannya, hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikan atau dikelompokkan pada hasil riset.
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yang ditemukan yaitu.
Subjek : Jumlah yang kurang
Peneliti : Baru pertama kalinya melakukan penelitian, kemampuan peneliti masih kurang, karena peneliti masih termasuk taraf permulaan, sehingga hasil yang di capai kurang. Instrumen dan lembar obserevasi dirancang oleh peneliti sendiri tanpa melaksanakan uji coba. Validitas tiap-tiap item pada lembar observasi belum di uji cobakan.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Saifuddin. 2003. Sikap Manusioa Dan Teori Pengukurannya. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.
Masjoer, A, 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : FKUI.
Moehyi, Sjahmien, 1998. Pengaturan Makanan dan Diet Untuk Penyembuhan
Penyakit, Jakarta : PT. Gramedia.
Notoatmojo, S. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Nugroho, Wahyudi. 2002. Perawatan Lanjut Usia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Purwati, Salimar, Rahayu. 2004. Perencanaan Menu Untuk Penderita Tekanan
Darah Tinggi. Jakarta : Penebar Swadaya.
Suyono, S. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi III Jakarta : Balai
Penerbit FKUI.
Vitahealth. 2004. Hipertensi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
KERANGKA KONSEPTUAL DAN DEFINISI OPERASIONAL
A. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan justifikasi terilmiah terhadap penelitian yang dilakukan yang memberi landasan kuat terhadap judul yang dipilih sesuai dengan identifikasi masalahnya. (haimul h ; 2007).
B. Definisi Operasional
Operasional adalah langkah-langkah dalam aktifitas ilmiah, mulai dari penetapan populasi, sampel, dan seterusnya, yaitu kegiatan sejak awal dilakanakannya penelitian.
Variable Definisi Operasional Alat ukur Skala Hasil ukur
Sikap Sikap adalah suatu tingkatan kecendrungan yang bersifat positif atau negative seseorangpada yang seharusnya dilakukan Kuisioner dengan skala Guttman Ordinal Positif atau negatif
BAB IV
METODELOGI PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian observasional deskriptif survey yaitu dengan cara deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu.
4.2 Definisi Operasional
Hipertensi adalah penderita yang mempunyai tekanan darah sistolik 160-179 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada usia lebih dari 31 tahun untuk laki-laki dan lebih dari 45 tahun untuk perempuan.
Tekanan darah pada hipertensi adalah tingginya tekanan darah pada penderita saat diukur yang berhubungan dengan pola makan penderita.
Pola makan adalah kebiasaan makan pada penderita hipertensi baik jenis, jumlah, frekwensi, isi, kesukaan dan jarak.
4.3 Sampling Desain
4.3.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generralisasi yang terdiri dari atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (sugiono, 2003;55).
Adapun populasi pada penelitian ini adalah terdapat 50 jiwa klien yang mengalami hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.3.2 Sampel
Sampel penelitian adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap memiliki seluruh populasi (noto admojo,1993;75)
4.3.2.1 Kriteria sampel
a. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk ditelti.
Pada penelitian ini yang masuk dalam pertimbangan kriteria inklusi yaitu :
1) klien yang mengalami penyakit hipertensi
2) klien yang dapat baca tulis
b. Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi adalah karakteristik sampel yang tidak dapat dimasukkan atau tidak layak untuk diteliti
Pada penelitian ini, yang termasuk kriteria eksklusi yaitu :
1) Klien yang tidak bisa baca tulis
2) Klien yang tidak bersedia untuk menjadi sampel.
4.3.2.2 Besarnya sampel
n = N
1+N(d)²
n = 50
1+50(0,05)²
n = 50
1+50(0,0025)²
n = 50
1+0,125
n = N
1,125
n= 44, 44
Besar sampel pada penelitian ini yaitu 44 jiwa.
4.3.3 Tekhnik Sampling
Tethnik sampling adalah tekhnik yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi (arikunto, 2002)
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi unruk dapat mewakili populasi.
Pada penelitian ini menggunakan penelitian non probabilitas dengan accidental sampling atau dipilih hanya berdasarkan ketersediaanyan.
4.4 Tempat Penelitian
Pada penelitian ini tempat penelitian di adakan di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5 Penyusunan dan Analisa Data
4.5.1 Pengumpulan data
Data yang diperlukan dalam studi kasus ini adalah data subyektif berupa pola makan pada penderita hipertensi dengan kuisioner pada penderita tentang pola makan yang selama ini dilakukan, untuk mendapatkan keterangan secara tulisan dari responden (Noto Atmojo,2002), dengan menggunakan alat berupa daftar pertanyaan yang terdapat dalam lampiran. Selain melalui kuisioner peneliti melakukan observasi terhadap tekanan darah penderita dan mencatat makanan yang dikonsumsi penderita selama satu minggu yaitu sebelum, selama, sesudah pola makan diamati dan masing-masing klien diobservasi selama tiga hari. Adapun daftar observasi pada lampiran.
4.5.2 Pengolahan data
Pengolahan data pada penelitian ini dibagi menjadi 6 tahap yaitu :
4.5.2.1 Editing (memeriksa)
Editing adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data, pemeriksaan daftar pertanyaan yang telah selesai dilakukan terhadap
a. Kelengkapan jawaban
b. Keterbacaan tulisan
c. Relevasi jawaban
4.5.2.2 Koding (memberi tanda)
Koding adalah mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para responden kedalam kategori, biasanya diklasifikasikan dilakukan dengan cara memberi tanda atau kode berbentuk angka pada masing-masing jawaban Nilai tahu
Nilai tidak tahu
4.5.2.3 Sorting
Sorting adalah mensorting dengan memilih atau mengelompokan data menurut jenis yang dikehendaki / klasifikasi data.
4.5.2.4 Enteri data
Enteri data adalah jawaban-jawaban yang sudah diberi kode kategori kemudian dimasukkan dalam tabel dengan cara menghitung frekuensi data.
4.5.2.5 Cleaning
Cleaning adalah pembersihan data, lihat variable apakah data sudah benar/belum.
4.5.2.6 Mengeluarkan Informasi
Mengeluarkan informasi yaitu disesuaikan pada tujuan penelitian yang akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran sikap tentang penatalaksanaan terapi diet pada klien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Jakarta Timur.
4.5.3 Penyajian data
Data pada penelitian ini dapat disajiakan dalam bentuk yang mudah dibaca dan di pahami, tujuannya adalah memberikan informasi dan memudahkan interprestasi hasil analisa. Hasil pengumpulan data baik kuisioner dan observasi disajikan dalam bentuk naratif.
4.5.4 Analisa interprestasi data
Pengolahan data pada akhir studi kasus ini adalah dengan cara deskriptif yaitu peneliti ingin mengetahui pola makan yang dikonsumsi penderita selama ini dengan tekanan darah penderita.
4.6 Uji Validitas dan Relibialitas
4.6.1 Uji validitas
Pada uji validitas ini, peneliti menggunakan validitas internal, yaitu dengan validitas subjektif.
4.6.2 Uji Relibialitas
Pada uji reliabilitas ini, peneliti menggunakan reliabilitas secara internal diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan tekhnik tertentu.
4.7 Etika Penelitian
Penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek tidak tidak boleh bertentangan dengan etika, tujuannya peneliti harus etis dalam hak responden harus dilindungi pada penelitian ini maka peneliti mendapat pengantar dari Akademi Keperawatan Royhan kemudian menyerahkan kepada Puskesmas Cipayung untuk mendapat persetujuan.
4.7.1 Informed Consent (lembar persetujuan)
Lembar persetujuan diedarkan sebelum penelitian dilaksanakan agar responden mengetahui maksud-maksud persetujuan penelitian serta dampak yang akan terjadi selama dalam pengumpulan data, jika responden bersedia di teliti maka harus menandatangani lembar persetujuan tersebut, jika tidak peneliti harus menghormati hak-hak responden.
4.7.2 Anonemity (Tanpa nama)
Merupakan masalah etika dalam penelitian keperawatan dengan cara tidak memberikan nama responden pada lembar alat ukur hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data.
4.7.3 Confidientelly (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari subjektif dijamin kerahasiaannya, hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikan atau dikelompokkan pada hasil riset.
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yang ditemukan yaitu.
Subjek : Jumlah yang kurang
Peneliti : Baru pertama kalinya melakukan penelitian, kemampuan peneliti masih kurang, karena peneliti masih termasuk taraf permulaan, sehingga hasil yang di capai kurang. Instrumen dan lembar obserevasi dirancang oleh peneliti sendiri tanpa melaksanakan uji coba. Validitas tiap-tiap item pada lembar observasi belum di uji cobakan.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Saifuddin. 2003. Sikap Manusioa Dan Teori Pengukurannya. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.
Masjoer, A, 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : FKUI.
Moehyi, Sjahmien, 1998. Pengaturan Makanan dan Diet Untuk Penyembuhan
Penyakit, Jakarta : PT. Gramedia.
Notoatmojo, S. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Nugroho, Wahyudi. 2002. Perawatan Lanjut Usia. Jakarta: PT Rineka Cipta
Purwati, Salimar, Rahayu. 2004. Perencanaan Menu Untuk Penderita Tekanan
Darah Tinggi. Jakarta : Penebar Swadaya.
Suyono, S. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi III Jakarta : Balai
Penerbit FKUI.
Vitahealth. 2004. Hipertensi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
PROPOSAL PK
Proposal terapi aktifitas kelompok
Mengontrol Perilaku Kekerasan
A. Topik
Mengontrol perilaku kekerasan (TAK MPK) dengan 5 cara, yaitu:
1. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara menarik nafas dalam melalui hidung dan dikeluarkan melalui mulut
2. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara memukul bantal atau kasur
3. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara menolak dengan baik, meminta dengan baik dan mengungkapkan dengan baik (berbincang-bincang dengan perawat)
4. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara berdoa dan sholat
5. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara olahraga.
B. Tujuan
1. Tujuan umum
Klien dapat mengontrol perilaku kekerasan pada saat berhubungan dengan orang lain dan klien tidak mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungannya.
2. Tujuan khusus
a. Klien mampu memperkenalkan diri dengan nada rendah
b. Klien mampu mengucapkan salam
c. Klien mampu menjelaskan pengertian perilaku kekerasan
d. Klien mampu mempraktekkan cara mengontrol perilaku kekerasan, (pada kartu yang berisi pertanyaan. yaitu:
1. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara menarik nafas dalam melalui hidung dan dikeluarkan melalui mulut
2. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara memukul bantal atau kasur
3. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara menolak dengan baik, (/berbincang-bincang dengan perawat)
4. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara berdoa dan sholat
5. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara olah raga.
C. Landasan Teori
Perilaku kekerasan bisa disebabkan adanya gangguan harga diri: harga diri rendah. Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Dimana gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negative terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan.
Penyebab perilaku kekerasan adalah kombinasi dari segala sesuatu yang tidak enak, cemas, tegang, dendam, sakit hati, dan frustasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kemarahan yaitu frustasi, hilangnya harga diri, kebutuhan akan status dan prestise yang tidak terpenuhi.
Membicarakan gangguan jiwa tidak dapat meninggalkan pembicaraan tentang gangguan psikologi seseorang. Melalui terapi aktivitas kelompok pasien dengan gangguan jiwa dapat mengekspresikan apapun yang mereka inginkan.
Dampak dari gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan dapat mempengaruhi kondisi pasien yang lain. Adapun ciri-ciri atau keadaan pasien yang perilaku kekerasan pada gangguan jiwa, yaitu:
1. Frustasi: seseorang yang mengalami hambatan dalam mencapai tujuan atau keinginan yang diharapkannya menyebabkan pasien menjadi frustasi. Pasien merasa terancam dan cemas jika tidak mampu menghadapi rasa frustasi itu dengan cara lain tanpa mengendalikan orang lain dan keadaan sekitarnya misalnya dengan kekerasan.
2. Hilangnya harga diri: pada dasarnya manusia itu mempunyai kebutuhan yang sama untuk dihargai, jika kebutuhan ini tidak terpenuhi akibatnya individu tersebut mungkin akan merasa rendah diri, tidak berani bertindak, mudah tersinggung, mudah marah.
3. Kebutuhan akan status dan prestise: manusia pada umumnya mempunyai keinginan untuk mengaktualisasikan dirinya, ingin dihargai dan diakui statusnya.
4. Tanda yang lainnya yaitu: muka merah, pandangan tajam, otot tegang, nada suara tinggi, berdebat dan sering pula memaksakan kehendak dan memukul jika tidak senang
Pada seseorang yang gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan akan mengalami gangguan emosi yang tidak dapat dikontrol. Walaupun demikian, selama pasien dirawat dirumah sakit, kegiatan stimulasi psikologi tentang perilaku kekerasan masih harus tetap dikontrol untuk menjaga agar tidak berpengaruh kepada orang lain, diri sendiri maupun lingkungan. Disamping itu untuk mengontrol perilaku kekerasannya dalam mengontrol perilaku dan emosi pasien, serta dapat melakukan cara-cara tentang mengontrol perilaku kekerasan, dengan keadaan tersebut perlunya di adakan terapi aktivitas kelompok yang bertujuan untuk mengontrol perilaku kekerasan.
Dari hasil pemantauan diruangan belimbing RS DUREN SAWIT, ditemukan pasien dengan gangguan jiwa kelompok menemukan adanya dampak perilaku kekerasan pada pasien yang dirawat di lantai 2 pada ruang belimbing khususnya pada pasien dengan perilaku kekerasan, yaitu: muka merah, pandangan tajam, otot tegang, nada suara tinggi, berdebat dan sering pula memaksakan kehendak dan memukul jika tidak senang
Sesuai dengan adanya dampak perilaku kekerasan tersebut diatas maka kelompok tertarik untuk memberikan terapi aktifitas kelompok pada pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan di ruang belimbing lantai 2 agar dapat mengontrol perilaku kekerasannya baik dirumah sakit maupun dirumahnya.
D. Klien
1. Karakteristik Klien
TAK perilaku kekerasan diberikan kepada klien dengan gangguan perilaku kekerasan yang meliputi:
a. Klien tidak mengalami gangguan fisik
b. Klien bisa membaca
c. Klien dengan resiko perilaku kekerasan
d. Klien yang sudah bisa diajak berinteraksi dan kooperatif
2. Proses Seleksi
a. Mengobservasi klien dengan resiko perilaku kekerasan diruang belimbing RS DUREN SAWIT
b. Mengidentifikasi klien berdasarkan karakteristik resiko perilaku kekerasan
c. Informasi dari perawat ruangan
d. Hasil diskusi kelompok
e. Kontrak dengan klien yaitu bersedia mengikuti kegiatan berdasarkan kesepakatan tempat dan waktu
E. Pengorganisasian
1. Tempat : Ruang belimbing RSDS
2. Hari/tanggal : Kamis, 13 januari 2011
3. Waktu : 09.00-09.45 WIB
4. Lamanya : 45 menit
5. Jumlah anggota kelompok : 10 orang
a. Tn. Muradi
b. Tn. Heru.
c. Tn. Tono
d. Tn. Darminto
e. Tn. Ahmad Sukari
f. Tn. Rohmani
g. Tn. Lirun
h. Tn. Danu
i. Tn. Ahmad Zaini
j. Tn. Rizal
Cadangan pasien, yaitu:
k. Tn. Bayu
l. Tn. Usmanto.
6. Pengorganisasian
a. Leader: Sudi Amus
Tugas:
1. Membuka acara dan memperkenalkan diri dan anggota tim terapi
2. Menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan
3. Menetapkan dan menjelaskan aturan permainan
4. Mengorganisasi keputusan yang diambil dalam kelompok
5. Sebagai role model.
b. Co. leader: Romana Sofiana
Tugas:
1. Menyampaikan informasi tentang proses TAK pada leader dan fasilitator
2. Mengingatkan leader jika permintaan menyimpang
3. Mengingatkan lamanya waktu pelaksanaan (30 menit)
4. Bersama leader member bentuk kerja, contohnya kegiatan
5. Menggantikan leader jika berhalangan (tidak hadir)
c. Fasilitator: Wati widya wati.
Tugas:
1. Memotivasi peserta yang kurang aktif
2. Menjadi contoh anggota kelompok selama kegiatan
3. Bertanggung jawab dan mengantisipasi masalah
d. Observer: Romana Sofiana
Tugas:
1. Mengamati proses kegiatan
2. Mencatat perilaku verbal dan non verbal anggota kelompok dan melaporkan hasil pengamatan kepada leader (semua anggota kelompok sebagai evaluasi kelompok)
3. Menilai jalannya TAK
Mengontrol Perilaku Kekerasan
A. Topik
Mengontrol perilaku kekerasan (TAK MPK) dengan 5 cara, yaitu:
1. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara menarik nafas dalam melalui hidung dan dikeluarkan melalui mulut
2. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara memukul bantal atau kasur
3. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara menolak dengan baik, meminta dengan baik dan mengungkapkan dengan baik (berbincang-bincang dengan perawat)
4. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara berdoa dan sholat
5. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara olahraga.
B. Tujuan
1. Tujuan umum
Klien dapat mengontrol perilaku kekerasan pada saat berhubungan dengan orang lain dan klien tidak mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungannya.
2. Tujuan khusus
a. Klien mampu memperkenalkan diri dengan nada rendah
b. Klien mampu mengucapkan salam
c. Klien mampu menjelaskan pengertian perilaku kekerasan
d. Klien mampu mempraktekkan cara mengontrol perilaku kekerasan, (pada kartu yang berisi pertanyaan. yaitu:
1. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara menarik nafas dalam melalui hidung dan dikeluarkan melalui mulut
2. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara memukul bantal atau kasur
3. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara menolak dengan baik, (/berbincang-bincang dengan perawat)
4. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara berdoa dan sholat
5. Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara olah raga.
C. Landasan Teori
Perilaku kekerasan bisa disebabkan adanya gangguan harga diri: harga diri rendah. Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Dimana gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negative terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan.
Penyebab perilaku kekerasan adalah kombinasi dari segala sesuatu yang tidak enak, cemas, tegang, dendam, sakit hati, dan frustasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kemarahan yaitu frustasi, hilangnya harga diri, kebutuhan akan status dan prestise yang tidak terpenuhi.
Membicarakan gangguan jiwa tidak dapat meninggalkan pembicaraan tentang gangguan psikologi seseorang. Melalui terapi aktivitas kelompok pasien dengan gangguan jiwa dapat mengekspresikan apapun yang mereka inginkan.
Dampak dari gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan dapat mempengaruhi kondisi pasien yang lain. Adapun ciri-ciri atau keadaan pasien yang perilaku kekerasan pada gangguan jiwa, yaitu:
1. Frustasi: seseorang yang mengalami hambatan dalam mencapai tujuan atau keinginan yang diharapkannya menyebabkan pasien menjadi frustasi. Pasien merasa terancam dan cemas jika tidak mampu menghadapi rasa frustasi itu dengan cara lain tanpa mengendalikan orang lain dan keadaan sekitarnya misalnya dengan kekerasan.
2. Hilangnya harga diri: pada dasarnya manusia itu mempunyai kebutuhan yang sama untuk dihargai, jika kebutuhan ini tidak terpenuhi akibatnya individu tersebut mungkin akan merasa rendah diri, tidak berani bertindak, mudah tersinggung, mudah marah.
3. Kebutuhan akan status dan prestise: manusia pada umumnya mempunyai keinginan untuk mengaktualisasikan dirinya, ingin dihargai dan diakui statusnya.
4. Tanda yang lainnya yaitu: muka merah, pandangan tajam, otot tegang, nada suara tinggi, berdebat dan sering pula memaksakan kehendak dan memukul jika tidak senang
Pada seseorang yang gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan akan mengalami gangguan emosi yang tidak dapat dikontrol. Walaupun demikian, selama pasien dirawat dirumah sakit, kegiatan stimulasi psikologi tentang perilaku kekerasan masih harus tetap dikontrol untuk menjaga agar tidak berpengaruh kepada orang lain, diri sendiri maupun lingkungan. Disamping itu untuk mengontrol perilaku kekerasannya dalam mengontrol perilaku dan emosi pasien, serta dapat melakukan cara-cara tentang mengontrol perilaku kekerasan, dengan keadaan tersebut perlunya di adakan terapi aktivitas kelompok yang bertujuan untuk mengontrol perilaku kekerasan.
Dari hasil pemantauan diruangan belimbing RS DUREN SAWIT, ditemukan pasien dengan gangguan jiwa kelompok menemukan adanya dampak perilaku kekerasan pada pasien yang dirawat di lantai 2 pada ruang belimbing khususnya pada pasien dengan perilaku kekerasan, yaitu: muka merah, pandangan tajam, otot tegang, nada suara tinggi, berdebat dan sering pula memaksakan kehendak dan memukul jika tidak senang
Sesuai dengan adanya dampak perilaku kekerasan tersebut diatas maka kelompok tertarik untuk memberikan terapi aktifitas kelompok pada pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan di ruang belimbing lantai 2 agar dapat mengontrol perilaku kekerasannya baik dirumah sakit maupun dirumahnya.
D. Klien
1. Karakteristik Klien
TAK perilaku kekerasan diberikan kepada klien dengan gangguan perilaku kekerasan yang meliputi:
a. Klien tidak mengalami gangguan fisik
b. Klien bisa membaca
c. Klien dengan resiko perilaku kekerasan
d. Klien yang sudah bisa diajak berinteraksi dan kooperatif
2. Proses Seleksi
a. Mengobservasi klien dengan resiko perilaku kekerasan diruang belimbing RS DUREN SAWIT
b. Mengidentifikasi klien berdasarkan karakteristik resiko perilaku kekerasan
c. Informasi dari perawat ruangan
d. Hasil diskusi kelompok
e. Kontrak dengan klien yaitu bersedia mengikuti kegiatan berdasarkan kesepakatan tempat dan waktu
E. Pengorganisasian
1. Tempat : Ruang belimbing RSDS
2. Hari/tanggal : Kamis, 13 januari 2011
3. Waktu : 09.00-09.45 WIB
4. Lamanya : 45 menit
5. Jumlah anggota kelompok : 10 orang
a. Tn. Muradi
b. Tn. Heru.
c. Tn. Tono
d. Tn. Darminto
e. Tn. Ahmad Sukari
f. Tn. Rohmani
g. Tn. Lirun
h. Tn. Danu
i. Tn. Ahmad Zaini
j. Tn. Rizal
Cadangan pasien, yaitu:
k. Tn. Bayu
l. Tn. Usmanto.
6. Pengorganisasian
a. Leader: Sudi Amus
Tugas:
1. Membuka acara dan memperkenalkan diri dan anggota tim terapi
2. Menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan
3. Menetapkan dan menjelaskan aturan permainan
4. Mengorganisasi keputusan yang diambil dalam kelompok
5. Sebagai role model.
b. Co. leader: Romana Sofiana
Tugas:
1. Menyampaikan informasi tentang proses TAK pada leader dan fasilitator
2. Mengingatkan leader jika permintaan menyimpang
3. Mengingatkan lamanya waktu pelaksanaan (30 menit)
4. Bersama leader member bentuk kerja, contohnya kegiatan
5. Menggantikan leader jika berhalangan (tidak hadir)
c. Fasilitator: Wati widya wati.
Tugas:
1. Memotivasi peserta yang kurang aktif
2. Menjadi contoh anggota kelompok selama kegiatan
3. Bertanggung jawab dan mengantisipasi masalah
d. Observer: Romana Sofiana
Tugas:
1. Mengamati proses kegiatan
2. Mencatat perilaku verbal dan non verbal anggota kelompok dan melaporkan hasil pengamatan kepada leader (semua anggota kelompok sebagai evaluasi kelompok)
3. Menilai jalannya TAK
SAP KB
Satuan Acara Pembelajaran / Penyuluhan
( SAP )
Pokok Bahasan : Tanda-tanda Bahaya Kehamilan
Sub pokok bahasan : Manfaat keluarga berencana
Hari / Tanggal :
Waktu : 09:00 s/d 09:30
Tempat : Di Ruang poli Kebidanan RSUD Budhi Asih
Sasaran : Ibu-ibu di poli kebidanan RSUD Budhi Asih
Penyuluh : Sudi Amus
I. Tujuan
1. TIU Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu memahami tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.
2. TIK:
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menjelaskan pengertian tanda bahaya kehamilan.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan macam-macam tanda bahaya kehamilan.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan 3 dari 4 macam-macam alat kontrasepsi dengan benar.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan keuntungan dan efek samping dari tiap-tiap alat kontrasepsi dengan benar.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan 2 jenis kontrasepsi tekhnik dengan benar.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan 2 dari 3 jenis kontrasepsi sterilisasi dengan benar.
II. Materi yang diberikan
Membahas tentang pengertian keluarga berencana
Membahas tentang tujuan keluarga berencana
Membahas tentang macam-macam alat kontrasepsi
Membahas tentang keuntungan dan efek samping alat kontrasepsi
Membahas tentang macam-macam alat kontrasepsi tekhnik
Membahas tentang macam-macam alat kontrasepsi sterilisasi
III. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Tanya jawab
IV. Media
lembar balik
leaflet
V. Kegiatan Penyuluhan
NO Tahap Waktu Keg. Sasaran
1.
2.
3. Pembukaan
a. Mengucapkan salam
b. Menjelaskan tujuan dan kontrak waktu
c. Evaluasi validasi
kegiatan inti
a. Menjelaskan tentang: Pengertian,tujuan, jenis-jenis, keuntungan dan efek samping, tekhnik kontrasepsi tekhnik, kontrasepsi sterilisasi dari alat-alat kontrasepsi
b. Mendiskusikan tentang: Pengertian,tujuan, jenis-jenis, keuntungan dan efek samping, tekhnik kontrasepsi tekhnik, kontrasepsi sterilisasi dari alat-alat kontrasepsi
c. Melakukan tanya jawab tentang tentang masalah KB
Penutup
a. Mengevaluasi kembali
b. Merangkum materi yang disampaikan
c. Membuat kontrak yang akan datang
d. Mengucapka salam 5 menit
20 menit
5 menit
a. Menjawab salam
b. Ibu-ibu yang melahirkan mendengarkan tujuan & kontrak waktu
c. Menyetujui kontrak
a. Ibu-ibu di poli kebidanana mendengarkan dan memperhatikan penjelasan
b. Ibu-ibu di poli kebidanan memberikan pertanyaan
c. Ibu-ibu di poli kebidanan menjawab pertanyaan
a. Ibu-ibu di poli kebidanan ikut menyimpulkan hasil diskusi
b. Ibu-ibu di poli kebidanan menyetujui kontrak
c. Menjawab salam
VI. Evaluasi Pembelajaran
Prosedur test : lisan
Jumla butir : 7 butir
Soal test :
1. Apa pengertian KB?
2. Sebutkan tujuan dari KB?
3. Sebutkan 3 dari 4 macam-macam KB?
4. Sebutkan keuntungan dan efek samping dari tiap alat KB?
5. Sebutkan 2 jenis kontrasepsi tekhnik?
6. Sebutkan 2 dari 3 jenis alat kontreasepsi sterilisasi?
VII. Lampiran Materi
Keluarga Berencana
A. PENGERTIAN
KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana.
KB adalah perencanaan jmlh keluarga.
"Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat & sejahtera dengan membatasi kelahiran."
Pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD & sebagainya
B. TUJUAN IMUNISASI
membentuk keluarga bahagia dan sejahtera
C. MACAM_MACAM KB DAN KEUNTUNGAN DAN EFEK SAMPING
1. Kondom,
Efek samping : Dapat menyebabkan alergi bila terdapat karet kondom.
Keuntungan : dari kondom dapat dibeli secara bebas di apotek-apotek, mudah digunakan dan kondom juga memperkecil penularan penyakit kelamin.
2. Pil
Keuntungan : Pil tetap membuat menstruasi yang teratur, mengurangi kram atu sakit saat menstruasi dan penelitian terakhir menyatakan pemakaian pil kb dapat mencegah terjadinya kanker rahim. Kesuburan juga dapat kembali pulih dengan menghentikan pemakaian
Pil mempunyai efektifitas yang tinggi (99%) bila digunakan dengan tepat dan secara teratur.
efek samping : yaitu kenaikan atau penurunan berat badan, payudara terasa kencang, mual, muntah, depresi.
3. Suntik
Untuk suntikan yang diberikan 1 bulan dan 3 bulan sekali
Keuntungan: mengurangi resiko lupa minum pil dan keamanan selama 3 bulan.
Efek samping yang diberikan , menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan serta pemulihan kesuburan agak terlambat
4. Susuk
Keuntungannya tidak harus minum pil atau suntikan, perlindungan selama 5 th, tidak mengganggu hubungan, dan bila anda ingin berencana hamil kembali hanya melepas implant ini kembali.
Efek samping yang ditimbulkan seperti menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan.
Kontrasepsi Teknik
1. Coitus Interruptus (senggama terputus)
Ejakulasi dilakukan di luar vagina. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar.
2. Sistem kalender (pantang berkala).
Cara ini adalah dengan memperkirakan saat masa subur (ovulasi) dan tidak melakukan hubungan seksual pada saat tersebut.
pada wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur akan sulit untuk menggunakan metode ini.
KONTRASEPSI MEKANIS
AKDR & IUD
Keuntungan :
Mencegah kehamilan 3-10 th. Kesuburan dapat kembali pulih sederhana & ekonomis.
Efek samping :
Nyeri, mulas, perdarahan, keputihan, tidak nyaman saat berhubungan dan Infeksi.
KONTRASEPSI STERILISASI
“Sterilisasi melalui pembedahan ”
1. STERILISASI TUBA PADA MASA NIFAS
Dikerjakan segera setelah persalinan atau dalam waktu antara 12 sampai 24 jam setelah persalinan melalui sayatan kecil infraumbilikus
2. STERILISASI TUBA DILUAR MASA NIFAS
Dengan melakukan insisi melintang 3 cm di atas kemaluan.
3. VASEKTOMI
Melalui insisi kecil pada saluran sperma.
( SAP )
Pokok Bahasan : Tanda-tanda Bahaya Kehamilan
Sub pokok bahasan : Manfaat keluarga berencana
Hari / Tanggal :
Waktu : 09:00 s/d 09:30
Tempat : Di Ruang poli Kebidanan RSUD Budhi Asih
Sasaran : Ibu-ibu di poli kebidanan RSUD Budhi Asih
Penyuluh : Sudi Amus
I. Tujuan
1. TIU Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu memahami tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.
2. TIK:
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menjelaskan pengertian tanda bahaya kehamilan.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan macam-macam tanda bahaya kehamilan.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan 3 dari 4 macam-macam alat kontrasepsi dengan benar.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan keuntungan dan efek samping dari tiap-tiap alat kontrasepsi dengan benar.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan 2 jenis kontrasepsi tekhnik dengan benar.
Ibu-ibu di Poli kebidanan RSUD Budhi Asih mampu menyebutkan 2 dari 3 jenis kontrasepsi sterilisasi dengan benar.
II. Materi yang diberikan
Membahas tentang pengertian keluarga berencana
Membahas tentang tujuan keluarga berencana
Membahas tentang macam-macam alat kontrasepsi
Membahas tentang keuntungan dan efek samping alat kontrasepsi
Membahas tentang macam-macam alat kontrasepsi tekhnik
Membahas tentang macam-macam alat kontrasepsi sterilisasi
III. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Tanya jawab
IV. Media
lembar balik
leaflet
V. Kegiatan Penyuluhan
NO Tahap Waktu Keg. Sasaran
1.
2.
3. Pembukaan
a. Mengucapkan salam
b. Menjelaskan tujuan dan kontrak waktu
c. Evaluasi validasi
kegiatan inti
a. Menjelaskan tentang: Pengertian,tujuan, jenis-jenis, keuntungan dan efek samping, tekhnik kontrasepsi tekhnik, kontrasepsi sterilisasi dari alat-alat kontrasepsi
b. Mendiskusikan tentang: Pengertian,tujuan, jenis-jenis, keuntungan dan efek samping, tekhnik kontrasepsi tekhnik, kontrasepsi sterilisasi dari alat-alat kontrasepsi
c. Melakukan tanya jawab tentang tentang masalah KB
Penutup
a. Mengevaluasi kembali
b. Merangkum materi yang disampaikan
c. Membuat kontrak yang akan datang
d. Mengucapka salam 5 menit
20 menit
5 menit
a. Menjawab salam
b. Ibu-ibu yang melahirkan mendengarkan tujuan & kontrak waktu
c. Menyetujui kontrak
a. Ibu-ibu di poli kebidanana mendengarkan dan memperhatikan penjelasan
b. Ibu-ibu di poli kebidanan memberikan pertanyaan
c. Ibu-ibu di poli kebidanan menjawab pertanyaan
a. Ibu-ibu di poli kebidanan ikut menyimpulkan hasil diskusi
b. Ibu-ibu di poli kebidanan menyetujui kontrak
c. Menjawab salam
VI. Evaluasi Pembelajaran
Prosedur test : lisan
Jumla butir : 7 butir
Soal test :
1. Apa pengertian KB?
2. Sebutkan tujuan dari KB?
3. Sebutkan 3 dari 4 macam-macam KB?
4. Sebutkan keuntungan dan efek samping dari tiap alat KB?
5. Sebutkan 2 jenis kontrasepsi tekhnik?
6. Sebutkan 2 dari 3 jenis alat kontreasepsi sterilisasi?
VII. Lampiran Materi
Keluarga Berencana
A. PENGERTIAN
KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana.
KB adalah perencanaan jmlh keluarga.
"Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat & sejahtera dengan membatasi kelahiran."
Pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD & sebagainya
B. TUJUAN IMUNISASI
membentuk keluarga bahagia dan sejahtera
C. MACAM_MACAM KB DAN KEUNTUNGAN DAN EFEK SAMPING
1. Kondom,
Efek samping : Dapat menyebabkan alergi bila terdapat karet kondom.
Keuntungan : dari kondom dapat dibeli secara bebas di apotek-apotek, mudah digunakan dan kondom juga memperkecil penularan penyakit kelamin.
2. Pil
Keuntungan : Pil tetap membuat menstruasi yang teratur, mengurangi kram atu sakit saat menstruasi dan penelitian terakhir menyatakan pemakaian pil kb dapat mencegah terjadinya kanker rahim. Kesuburan juga dapat kembali pulih dengan menghentikan pemakaian
Pil mempunyai efektifitas yang tinggi (99%) bila digunakan dengan tepat dan secara teratur.
efek samping : yaitu kenaikan atau penurunan berat badan, payudara terasa kencang, mual, muntah, depresi.
3. Suntik
Untuk suntikan yang diberikan 1 bulan dan 3 bulan sekali
Keuntungan: mengurangi resiko lupa minum pil dan keamanan selama 3 bulan.
Efek samping yang diberikan , menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan serta pemulihan kesuburan agak terlambat
4. Susuk
Keuntungannya tidak harus minum pil atau suntikan, perlindungan selama 5 th, tidak mengganggu hubungan, dan bila anda ingin berencana hamil kembali hanya melepas implant ini kembali.
Efek samping yang ditimbulkan seperti menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan.
Kontrasepsi Teknik
1. Coitus Interruptus (senggama terputus)
Ejakulasi dilakukan di luar vagina. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar.
2. Sistem kalender (pantang berkala).
Cara ini adalah dengan memperkirakan saat masa subur (ovulasi) dan tidak melakukan hubungan seksual pada saat tersebut.
pada wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur akan sulit untuk menggunakan metode ini.
KONTRASEPSI MEKANIS
AKDR & IUD
Keuntungan :
Mencegah kehamilan 3-10 th. Kesuburan dapat kembali pulih sederhana & ekonomis.
Efek samping :
Nyeri, mulas, perdarahan, keputihan, tidak nyaman saat berhubungan dan Infeksi.
KONTRASEPSI STERILISASI
“Sterilisasi melalui pembedahan ”
1. STERILISASI TUBA PADA MASA NIFAS
Dikerjakan segera setelah persalinan atau dalam waktu antara 12 sampai 24 jam setelah persalinan melalui sayatan kecil infraumbilikus
2. STERILISASI TUBA DILUAR MASA NIFAS
Dengan melakukan insisi melintang 3 cm di atas kemaluan.
3. VASEKTOMI
Melalui insisi kecil pada saluran sperma.
Minggu, 16 Januari 2011
DAMUZ SINTANG
Sintang adalah kota kelahiran ku, Desa Sp 1 SKPH Manis Raya itu lah tempat tinggal ku...aku di besarkan di situ oleh kedua orang tua ku,,, mulai kelas 1 sampai 6 SD (SDN NO 29 SEPAUK) dan Smp N 2 Sepauk. aku ngelanjut ke SMA IMMANUEL SINTANG.. dlu waktu ku kelas 1 ku ngekos di belakang DPRD sintang selama kurang lebih 1 th 1/2. dan kemudian ku tinggal di Asrama Narwastu, pembinanya Om Jarminto. di situ kita di bina dengar benar, lau ibadah ke GMII HEBRON.. jauh dri asrma,,, biasa nya jalan kaki... tp gpp.... nikmatin ja... lw Asrama putri di Hebron... mrka lw pergi sekolah yang jauhhhh....... tp semangat nyaaaaa,,,, mantap......malam minggu ibadah pemudA... ada gitar, drum, keyboard. Bass,melody... tamborinnn..... seru dech pokok nya,,, ku masih ingat waktu pengumuman kelulusan,, kami yang 1 angkatan puji Tuhan LULUS semua dengan nilai yang memuaskan, o iya,,,, waktu itu ku kan di baptis,,, dua orang c di kebun pak ameng,, trusss sampai sekarang ku belum ambil surat baptisan nya,,, tau nie udah jadi pa belum..cz ku gk sempat ambil,,keburuan ke jakarta, waktu itu kan liburan,, ada c kesintang pi malah gk jadi mw nanyain surat tu,,,, udahhhhh duluuuu ya..... laperrr nieeee mau maeeemmm duluuuuuu by: Damuz
Sabtu, 15 Januari 2011
SINTANG
Sintang adalah kota dimana aku tinggal tepatnya di sp 1 SKPH MANIS RAYA. Gw dulu Sekolah di SDN no 29 sepauk, SMP N 2 SEPAUK DAN SMA IMMANUEL SINTANG, Saat ini gw masih kulyang di salah satu AKPER di jakarta yaitu AKPER ROYHAN JAKARTA Angkatan ke XII..
Langganan:
Postingan (Atom)